Investor berminat garap Kalibening Water Park

Secang, MAGELANG – Investor asal Garut, Jawa Barat, dikabarkan berminat menanamkan modalnya di Kabupaten Magelang, terutama untuk mengembangkan objek wisata di Kecamatan Secang, yakni Taman Rekreasi dan Kolam Renang Kalibening. “Sekarang masih dalam proses negosiasi. Jika mencapai titik temu, aset wisata tersebut kelak akan dikembangkan menjadi Kalibening Water Park,” kata Kuswan Haji SH MH, dari Komisi B DPRD Kabupaten Magelang.

Negosiasi yang sedang berjalan, kata dia, terkait masalah Detailled Engineering Design (DED). Pihak investor, menginginkan masa pengelolaan selama 25 tahun. Namun, katanya, Pemkab menganggap terlalu lama. “Idealnya, antara 15- 20 tahun,” tandasnya.

Kuswan mengatakan, dalam DED yang disusun Bappeda dan Disparbud disebutkan, dana pembangunan Kalibening Waterpark diperkirakan mencapai Rp 20 miliar. Adapun luas lahan yang akan dikembangkan sekitar 3 hektar.

Di lokasi itu, lanjut Kuswan, investor akan membangun sejumlah fasilitas baru. Antara lain, jet coaster, taman bermain anak dan kolam renang. Dari fasilitas itu, pada bulan-bulan pertama dapat memberi kontribusi ke Kas Daerah sebesar Rp 125 juta.

“Kalau rencana itu terwujud, ada kemungkinan kawasan wisata baru tersebut bisa berkembang sampai pintu masuk pinggir jalan itu. Sehingga ada peluang, tingkat perekonomian masyarakat sekitar juga turut berkembang, ” kata dia.

Menyinggung aset wisata di Desa Deyangan, Kecamatan Mertoyudan, menurut Kuswan, masih belum ada perkembangan signifikan. Karena di kawasan tersebut butuh pembahasan mendalam, terkait program pemerintah pusat soal Kawasan Strategis Nasional (KSN) Borobudur.

Jateng Park

Dalam DED Deyangan Wonder Park, kata dia, menurut rencana bakal dibangun Jateng Park dengan luas lahan 13,5 hektar. “Sudah ada penawaran investor dari Jakarta dan Surabaya. Tapi harus menunggu pengembangan KSN (Kawasan Strategis Nasional) Borobudur,” ujarnya. Seperti diketahui, Kabupaten Magelang kini tengah menggalakkan penjaringan investor. Untuk itu, Pemkab telah mengalokasikan dana Rp 103 juta untuk program fasilitasi kerjasama penataan objek.

Anggaran itu masuk dalam perubahan APBD 2010. Menurut Hibatu Wafiroh, Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Magelang, salah satu kendala pertumbuhan investasi menyangkut masalah perizinan. Biayanya yang mahal dan proses berbelit membuat pemilik modal ragu menanamkan uangnya.

Karena itu, dia berharap ada pemangkasan biaya perizinan oleh Badan Pelayanan Perizinan Terpadu hingga 50 persen. “Itu hanya salah satu upaya untuk memacu pertumbuhan penanaman modal di daerah ini,” katanya. (Baca Juga Disini)

Satu Tanggapan

  1. lanjutkan info tentang magelang🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: