Tolak Perubahan Status MAN 1 Kota Magelang Menjadi MAN Kabupaten Magelang

MAGELANG, STANDAR, berita.com Ratusan siswa, guru dan karyawan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Magelang memprotes pengalihan pengelolaan MAN 1 Kota Magelang, yang berlokasi di Jalan Raya Semarang – Magelang tepatnya di Desa Payaman, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, menjadi MAN Kabupaten Magelang.

Dari pantau STANDARberita.com, para siswa dan guru melakukan unjuk rasa, sejak Sabtu (19/12), dengan melakukan aksi penggalangan tanda tangan untuk menolak rencana tersebut. Para siswa membubuhkan tanda tangan di atas kain putih sepanjang 10 meter yang digelar di halaman sekolah.

Ketua OSIS MAN 1 Kota Magelang, Yudhi Adip mengatakan, aksi mereka merupakan aksi spontan begitu mendengar informasi kalau sekolah MAN 1 Kota Magelang dimasukkan ke wilayah Kabupaten Magelang.

“Memang informasi itu beredar di kalangan siswa sejak beberapa hari ini. Menyikapi kabar itu, kemudian kami berembug dengan para ketua berbagai organisasi yang ada di sekolah, akhirnya sepakat menggalang aksi tandatangan menolak rencana itu,’’ katanya.

Menurut Yudhi, tanda tangan yang digalang dari para siswa itu, selanjutnya akan dikirim ke Mendiknas di Jakarta. Selain itu, penolakan juga dilakukan melalui situs jejaring sosial, Facebook, dengan membentuk group ‘Tolak Keberadaan MAN 1 Kota Magelang menjadi MAN Kabupaten Magelang’.

“Dengan segala ketidakrelaan hati, dan kecemasan perasaan, mari kita ucapkan:  “TOLAK MAN 1 KOTA MAGELANG DI GANTI MAN 1 KABUPATEN” secara bersama-sama. Mari teman-teman, siswa-siswi, dan para alumni tak lupa guru-guru, untuk tetap berjuang menolak pemindahan identitas yang tak layak itu,” ungkap salah seorang facebooker.

Meskipun, MAN 1 Kota Magelang—biasa disebut MAN Payaman, berada di wilayah Kabupaten Magelang, seluruh siswa, guru dan karyawan tetap menginginkan MAN Payaman sebagai MAN yang dilekola oleh pihak berkompeten di wilayah Kota Magelang (Kantor Departemen Agama/Kandepag Kota Magelang-red).

Banyak alasan yang membuat keinginan tersebut. Di antaranya, karena ikatan batin yang mendalam antara guru, siswa MAN dengan pejabat di Kota Magelang. “Kami sudah mempunyai ikatan emosional. Tidak masalah MAN PayamaN berada di wilayah Kabupaten Magelang, asalkan pengelolaaan tetap masuk Kota Magelang,” ujar Yudhi.

Berdasarkan hasil konsolidasi dan temu wicara dengan Kepala Kandepag Kota Magelang, rencana pemindahan MAN 1 Kota Magelang dilaksanakan berdasarkan kebijakan Kepala Kandepag terdahulu. Namun, setelah dirundingkan dengan dewan guru, kepala Kandepag Kota Magelang tetap mendukung keberadaan MAN 1 Kota Magelang tetap berada di Payaman.

Wakil Kepala MAN Payaman, Drs. Martono menjelaskan rumor pengalihan pengelolaan sekolah itu ke Kabupaten Magelang sebenarnya sudah muncul beberapa tahun lalu, tepatnya saat Mendiknas masih dijabat oleh Malik Fajar. “Saat mengunjungi MAN Karet, Mendiknas sempat melontarkan rencana itu. Namun, rumor yang sudah lama menghilang itu muncul kembali saat rapat dengan para guru, Kamis (17/12) lalu,” ungkapnya.

Pada rapat tersebut, Kepala MAN Payaman, Mansyur Asnawi menginformasikan kalau sekolah tersebut akan dialihkan pengeloaan ke Kabupaten Magelang. Sedang MAN Karet yang semula dikelola oleh Kabupaten Magelang dialihkan ke Kota Magelang.

“Meski baru sebatas rumor, namun rencana itu menimbulkan keresahan di kalangan guru maupun siswa. Kalau MAN Karet yang dikelola Kota Magelang, kami tidak apa-apa. Tapi, kalau MAN Payaman yang dialihkan ke Kabupaten Magelang, kami sangat keberatan,’’ ungkapnya.

Menanggapi hal itu, para siswa, guru dan karyawan menyatakan tidak setuju kalau sekolah itu dialihkan ke Kabupaten Magelang. “Sebenarnya, guru akan lebih dulu menyampaikan sikap secara tertulis menanggapi rencana itu. Tapi, siswa justru lebih dulu melakukan aksi spontanitas,’’ ujarnya. 

Tidak Jelas

Agung, salah seorang alumni MAN 1 Kota Magelang, mengatakan bahwa rencana pemindahan pengelolaan MAN 1 Kota Magelang tidak jelas dan terkesan dibuat-buat, bahkan berbau politis. “Ada mafia di lingkungan departemen agama,” tandasnya.

Menurutnya, rencana pemindahan dilakukan dengan alasan ingin memajukan MAN 1 Kota Magelang, tidak masuk akal. “Sudah banyak kemajuan selama berada di kota. Kalau dikatakan untuk mempermudah koordinasi dengan MTs yang ada di kabupaten, selama ini juga sudah terjalin dengan baik,” ujarnya.

Alasan wilayah digunakan sebagai alasan untuk memindahkan MAN 1 Kota Magelang menjadi MAN 1 Kabupaten Magelang, kata Agung, juga tidak tepat. “Banyak instansi pemerintah kabupaten seperti Polres, Catatan Sipil, Depnaker, yang masih berada di wilayah kota. Rumah dinas wakil bupati Kabupaten Magelang pun berada di wilayah Kota Magelang,” ungkapnya.

Kalau alasannya ingin mempermudah pembangunan jika berubah menjadi MAN 1 Kabupaten Magelang, uangkap Agung lagi, semakin tidak masuk akal. “Buktinya MAN 1 Kota Magelang jauh lebih bagus dibanding MAN Karet kabupaten Magelang. Bahkan, ada ratusan sekolah dan pondok pesantren tidak terawat di Kabupaten Magelang. Apalagi jika ditambah lagi dengan MAN 1 Kota Magelang menjadi MAN Kabupaten, akan semakin banyak sekolah yang tidak terawat” ujarnya..

Tanpa harus merubah statusnya,  seluruh warga MAN 1 Kota Magelang mulai dari guru, karyawan, siswa-siswi, alumni dan simpatisan, sejak lama sudah menginginkan pemoderenisasian MAN 1 Kota Magelang. “Buktinya sekarang MAN 1 Kota Magelang sudah membanggakan, jadi harus ditolak jika MAN 1 Kota Magelang dirubah menjadi MAN Kabupaten Magelang,” pungkasnya.

Baca Juga Disini

~`opick@MAN 1 Kota Magelang.al.ia`~

Bookmark and Share

2 Tanggapan

  1. “Berjuang hingga akhir” semoga Tuhan meridhoi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: