Tips Memilih Hewan Qurban

Beritaku.Com – Tempat penjualan hewan kurban semakin marak menjelang Hari Raya Idul Adha. Masyarakat menjadi lebih mudah untuk membelinya. Namun demikian, dalam memilih hewan kurban harus tetap waspada. Oleh karena itu, bagaimana tips cara memilih hewan kurban agar daging kurban atau qurban sehat dan halal perlu untuk diperhatikan.

Ciri kambing untuk kurban bisa dilihat dari matanya yang bersih dan bersinar tidak belekan, bulu bersih dan mengkilat serta tidak skabies, kotoran tidak mencret, kedua tanduk harus utuh,gigi susu harus sudah tanggal (kupa) dan berumur di atas satu tahun.

Sedangkan untuk ciri sapi sehat untuk qurban, kulit juga harus bersih, moncong selalu basah, mata bersih dan bersinar, kotoran tidak terlalu cair serta gigi bagus. Jangan takut untuk menanyakan surat izin karena semua pedagang hewan kurban harus punya surat izin dari Sudin Peternakan dan Perikanan setempat.

Persyaratan Hewan Qurban

1.  Sehat

2.  Tidak cacat

3.  Cukup umur

* Kambing / domba : umur lebih dari 1 tahun ditandai dengan tumbuhnya sepasang gigi tetap

* Sapi/ Kerbau : Umur lebih dari 1,5 tahun ditandai dengan tumbuhnya sepasang gigi tetap

4.  Tidak kurus

5.  Jantan :

* Tidak dikastrasi/dikebiri

* Testis/buah zakar masih lengkap (2 buah), bentuk dan letaknya simetris

Persyaratan Tempat Penampungan Hewan Qurban

1. Terpisah dengan tempat pemotongan dan penanganan daging

2. Senantiasa terjaga kebersihannya, kering dan mampu melindungi hewan dari panas dan hujan

3. Memiliki luas yang memadai sesuai dengan jumlah hewan yang ditampung

4. Tempat penampungan hewan kecil(kambing/domba) terpisah dari tempat penampungan hewan besar (sapi/kerbau)

Teknis Penyembelihan Hewan Qurban

1. Prosedur Operasional Standar Perawatan di Tempat Penampugan Hewan Besar

* Hewan diistirahatkan (sebaiknya lebih dari 12 jam) di tempat penampungan sementara hewan.

* Tersedia cukup air dan pakan selama hewan di penampungan.

* Sebaiknya 12 jam sebelum penyembelihan, hewan dipuasakan dengan tetap memberikan minum untuk mengurangi isi  rumen.

* Pemeriksaan Ante Mortem dilakukan oleh hewan atau petugas berwenang dibawah supervisi Dokter Hewan dan dilakukan pemeriksaan ulang bila lebih dari 24 jam sebelum disembelih.

2. Prosedur Operasional standar Penyembelihan Hewan Qurban

* Hewan dihadapkan kearah kiblat

* Membaca Basmallah

* Memutuskan saluran makanan (Oesophagus), pembuluh darah (Arteri  corotis dan Vena jugularis) dan saluran nafas (Trachea)

* Hewan dipotong dengan sekali tekan, dengan pisau tajam, tanpa   mengangkat pisau dari leher (tapi kepala tidak langsung dipisahkan)

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penyembelihan hewan Qurban

* Mencegah perlakukan kasar dan menyakitkan yang dapat enimbulkan ketakutan atau hewan menjadi tersiksa pada saat akan disembelih.

* Menjelang disembelih, hewan dirobohkan perlahan-lahan menggunakan system ikatan tali tetentu, yang tidak menyebabkan hewan kesakitan atau stress.

* Penyembelihan digunakan menggunakan pisau yang tajam agar tidak menyiksa hewan.

3. Prosedur Operasional Standar Penanganan Daging Qurban

* Setelah hewan tidak bergerak lagi (mati) dan pengeluaran darah sempurna, kepala dipisahkan dari badan terlebih dahulu baru  kemudian kaki.

* Penanganan selanjutnya sebaiknya dlakukan pada posisi hewan digantung untuk memudahkan penanganan dan mencegah  kontaminasi.

* Sebelum proses pengulitan, dilakukan pengikatan saluran makanan (oesophagus) dan anus agar isi  lambung dan usus tidak mencemari daging.

* Pengulitan dilaksanakan secara hati hati dan bertahap diawali dengan membuat irisan pada sepanjang kulit dada dan bagian perut.

* Selanjutnya dilakukan pengeluaran jeroan dan kemudian dipisahkan antara jeroan merah, (hati, jantung, paru-paru, limpa, ginjal, lidah) dengan jeroan hijau (lambung, usus, saluran makanan dan lemak)

* Dilakukan pemeriksaan Post Mortem oleh Dokter Hewan atau petugas berwenang dan dilakukan terhadap daging, isi rongga perut dan  isi rongga dada, dengan cara mengamati, melihat dengan mata (inspeksi), meraba menekan (palpasi), bila perlu dengan penyayatan (insisi).

* Pencucian jeroan merah dan hijau dilakukan secara terpisah dengan pengelolaan daging.

* Pemotongan daging hingga pengemasannya haruslah dilakukan dengan senantiasa menjaga kebersiahn baik petugas, sarana  peralatan dan wadah kemasan.

* Jika ditemukan kasus yang mencurigakan, segera hubungi petugas dinas Peternakan setempat atau Dinas yang membidangi fungsi kesehatan hewan / kesehatan masyarakat veteriner. (Chapuz)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: