Kampung Kelinci Di Lereng Merbabu

Kampung Kelinci yang terletak di lereng gunung MerbabuMagelang, Conans.Com – Ternak Kelinci mulai menjadi tren baru bagi peternak di Magelang, bahkan sampai ke daerah-daerah. Desa di lereng Merbabu, Desa Klabaran adalah salah satunya, hingga disebut sebagai Kampung Kelinci karena keberhasilannya beternak Kelinci.

Kelompok Ternak Kelinci Sumber Makmur mengawali Dusun Klabaran, Desa Sumber Rejo, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Megelang menjadi Kampung Kelinci. Klabaran adalah sebuah dusun yang berada di daerah lereng gunung Merbabu dengan ketinggian tempat 1300 mpdl. Kelompok ini berdiri pada tanggal 20 Juli 1994.

Dusun Klabaran memiliki luas wilayah 58.070 ha, yakni terdiri dari Tegalan 53,212 Ha dan Pekarangan 4,853 Ha. Jumlah penduduk 838 orang yang terdiri dari 406 orang laki-laki dan 432 orang perempuan. Selain Kampung Kelinci, desa ini juga termasuk lahan pertanian produktif, dari 201 KK terdapat 110 KK petani penggarap, 52 KK buruh tani dan 39 KK berprofesi lainnya.

Sebagian besar masyarakat adalah petani sayur-sayuran dan juga beternak sebagai sampingan baik ternak sapi, kambing, domba, kelinci dll. Selain itu hampir 90% masyarakat dusun Klabaran membuat kerajinan anyaman caping dari mendong sebagai kegiatan sampingan dan mengisi waktu luang. Pendapatan perkapita masyarakat dusun Klabaran antara 500-600 ribu/bulan.

Tapi, masyarakat desa mau memajukan daerahnya, mereka mendirikan kelompok Sumber Makmur yang sudah mulai membuahkan hasilnya. Pada tahun 2008 kelompok Sumber Makmur sudah mendapatkan sertifikat dari pemerintah daerah Kabupaten Magelang sebagai kelompok kelas lanjut.

Jumlah anggota kelompok Sumber Makmur sampai saat ini sebanyak 80 orang sedangkan yang aktif sebanyak 53 orang.

Modal kelompok baru mencapai Rp. 332.000,-  yang diperoleh dari iuran anggota dalam setiap hari minggu kliwon. Dengan jumlah populasi ternak kelinci sebanyak 908 ekor terdiri dari Indukan 183 ekor, Pejantan 46 ekor dan Anakan 679 ekor.

Kegiatan kelompok yang sudah dilaksanakan sampai saat ini meliputi, kegiatan pertemuan rutin kelompok setiap hari minggu kliwon. Budidaya dan pembibitan ternak kelinci, Pengolahan limbah cair dan padat dari ternak kelinci, Usaha pembuatan kandang kelinci serta penyediaan obat-obatan untuk kelinci.

Dalam keorganisasian Kelompok Ternak Kelinci ini sudah tergabung dalam Asosiasi Peternak kelinci Merbabu Kecamatan Ngablak dan Perhimpunan Peternak Kelinci Kabupaten Magelang (PPKM). Jenis-jenis kelinci yang dibudidayakan antara lain jenis Flam, Rex, Lion dan Spot.

Untuk pengembangan usaha, kelompok ternak kelinci Sumber Makmur sudah melakukan kerja sama atau kemitraan dengan pihak lain. Diantaranya kerjasama dalam bidang jual beli kelinci dengan bapak Dani dari Kota Salatiga dan juga kerja sama dalam bidang investasi/permodalan dengan bapak Aryo. Bahkan dari Kota Salatiga yang telah menanam modal sebesar Rp. 10.000.000,- kepada kelompok untuk pengembangan pembibitan kelinci.

Untuk daerah pemasaran, kelompok Sumber Makmur saat ini sudah menyebar diberbagai daerah yaitu Magelang, Temanggung, Wonosobo, Gombong, Jogjakarta, Kudus, Jakarta, Jawa Timur yaitu Jombang dan Malang bahkan sampai ke Pulau Dewata Bali.

Kapasitas produksi pemasaran pada saat ini sekitar 100 ekor/bln, sebagian besar dijual berupa anakan usia 35-45 hari, dengan harga Rp. 10.000 – 15.000/ekor. Kelompok Sumber Makmur juga menerima pesanan pembuatan kandang kelinci dengan harga sekarang antara 50.000 – 75.000/bh tergantung kualitas yang diminta.

Kelompok Ternak Kelinci Sumber makmur tergabung dalam Kelompok Tani Ngudi Rahayu Dusun Tanggulangin Desa Pandean  didirikan pada tahun 2004 jumlah anggota sebanyak 82 orang, dengan jumlah ternak kelinci sebanyak 1167 ekor. Kelompok Peternak Kelinci Desa Tanggulangin sudah pernah menjadi juara dalam lomba yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Magelang. Sebagai imbasnya kelompok ini banyak mendapat kunjungan dari berbagai instansi baik dalam maupun luar negeri.

Beberapa kegiatan yang dilaksanakan: (1) Pemuliaan Bibit : Kegiatan ini bertujuan untuk memperbaiki kualitas keturunan dan hasil. (2) Kandang Komunal : Pembuatan kandang dimaksudkan untuk menjaga kemurnian bibit kelinci yang akan diusahakan, sehingga kualitas ternak yang dipelihara dapat terawasi. Kandang ini berfungsi untuk menyuplai semua kebutuhan bibit yang akan dikembangkan oleh anggota kelompok melalui kandang-kandang milik perorangan.

(3) Pengolahan Limbah : Limbah dari kotoran ternak dan bulu/kulit kelinci akan menjadi nilai tambah apabila dikelola dengan baik dan benar. Kotoran kelinci akan diolah menjadi pupuk organik yang ramah lingkungan untuk kegiatan pertanian. Bulu/kulit kelinci  akan diolah menjadi bentuk kerajinan tangan (cinderamata) yang dapat dipasarkan. Kegiatan ini ditangani oleh pemuda anggota kelompok.

(4) Pembuatan Ransum : Pembuatan ransum atau pakan ternak dilakukan dengan bentuk awetan ,fermentasi ataupun pellet. Pakan ternak hasil olahan kelompok ini tidak hanya digunakan oelh peternak dalam kelompok tetapi juga dijual untuk umum setelah nantinya memenuhi kriteria perdagangan.

(5) Pertanian Organik : Disamping sebagai peternak kelinci para anggota kelompok juga berprofesi sebagai petani, sehingga pemanfaatan pupuk limbah ternak yang diolah menjadi pupuk organik sangat menguntungkan dan ramah lingkungan.

(6) Koperasi : Sebagai kontrol untuk menciptakan keberlangsungan sistem dari semua unit kegiatan terkait maka dibentuklah Koperasi. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi persaingan yang tidak sehat mengatur perguliran biaya yang dilakukan oleh koperasi. Disamping itu juga koperasi menyediakan sarana dan prasarana usaha yang dibutuhkan oleh anggota kelompok. (Chapuz)

3 Tanggapan

  1. sukses & tambah maju.

  2. salam ternak..
    bisa infestasi dak pakdhe,??

    slam sukses

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: