Heboh Film Kiamat 2012

JAKARTA, Conas.Com – Meskipun ada kaum ulama, yang menentang film tentang kiamat yang terjadi tiga tahun lagi, “2012”, langsung meraup keuntungan besar di seluruh dunia pada pekan pertama dipasarkan. Termasuk Indonesia, film ini langsung meraih US$225 juta (Rp 2 triliun). Perolehan sebanyak ini adalah rekor dalam industri film untuk kategori film yang bukan sekuel. Di Amerika Serikat dan Kanada, film ini mendapat US$65 (Rp 607 miliar).

Film ini dipromosikan dengan efektif, tentang ramalan bakal adanya bencana pada 2012 akibat adanya planet Nibiru. Selain itu ada ramalan berakhirnya penanggalan Maya. Banyak orang percaya pada ramalan itu sampai badan antariksa Amerika Serikat, NASA, merasa perlu membantah kabar ini.

“2012” dibuat oleh Sony Pictures dengan sutradara Roland Emmerich. Emmerich ini terbiasa dengan film kolosal. Ia sebelumnya membuat “Independence Day” dan “the Day After Tomorrow”.

Bintang besar–John Cusack, Danny Glover, dan Chiwetel Ejiofor–menjadi bintang film ini. Dalam film ini, dikisahkan sekelompok manusia berusaha menyelamatkan diri akibat bencana dahsyat pada 2012 dengan menggunakan pesawat terbang.

Jangan Dipercaya

Kemunculan film itu memang menguatkan mitos mengenai kiamat pada 2012. Apalagi beberapa tahun terakhir sebelum kemuculan film itu, sejumlah tulisan ilmiah mengungkap ancaman badai matahari yang berpotensi menghancurkan bumi pada 2012.

“Film itu kan imajinasi dia (sutradara) saja. Film itu tidak sesuai dengan yang ada di dalam ajaran Islam seperti ada tanda-tanda sebelum kiamat dan sebagainya. Jadi dia tidak sesuai. sekadar hiburan dan imjanisasi dia. Jangan dipercaya,” kata Ketua Majelis Ulama Indonesia, Ma’ruf Amin.

Film itu sukses mengeksploitasi ketakutan masyarakat dunia tentang akhir dunia. Bahkan, badan antariksa Amerika atau NASA mengaku mendapat ribuan surat elektronik yang mempertanyakan logika ilmiah tentang hari kiamat itu.

Ilmuwan NASA, David Morrison, mengatakan, tidak ada hal buruk yang akan menimpa bumi pada 2012. Semua tulisan yang menyatakan kiamat akan terjadi pada 2012 hanyalah cerita bohong. “Saya memang tak punya hak untuk melarang film itu, tapi saya harap, masyarakat dunia mampu membedakan antara bualan Hollywood dan kenyataan,” ujar David.

Sedangkan, Front Pembela Islam (FPI) menilai film 2012 mengandung nilai kemusyrikan. Organisasi yang dipimpin Habib Rizieq itu pun berencana melakukan ‘sweeping’.

Sweeping yang dilakukan FPI ini bukan bertujuan menarik peredaran film yang menceritakan kiamat akan terjadi pada 21 Desember 2012 berdasarkan ramalan suku Maya. Namun, sweeping FPI lebih ditujukkan pada dampak dari film itu terhadap masyarakat Indonesia.

Menurut salah satu anggota FPI Mustafa, salah satu dampak negatif film tersebut, mungkin sekali terjadi karena tingkat kejenuhan para pejabat sejak mencuatnya kasus korupsi yang menjadi sangat tinggi. FPI khawatir, ada pihak-pihak yang sengaja membuat reaksi agar hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.

Sebelumnya, FPI menilai, film yang dipromosikan besar-besaran dan diputar secara serentak di dunia itu tidak mengandung unsur hiburan sama sekali. Film yang menceritakan kiamat akan terjadi pada 21 Desember 2012 itu dianggapnya hanya mengandung doktrin bahwa hari kiamat sebentar lagi akan datang dan manusia harus cepat-cepat bertobat.

“Film 2012 nampaknya bisa menghipnotis semua orang yang menonton bahwa kiamat memang nyata akan terjadi pada saat itu. Percaya dengan film itu sama saja dengan musyrik,” katanya.

Walaupun menuai kontrofersi dari berbagai pihak, Majelis Ulama Indonesia (MUI) tak mengharamkan masyarakat menonton film 2012. MUI hanya menghimbau agar film kiamat itu dilihat hanya sebatas imajinasi saja.

“Saya tidak melihat ada sesuatu yang bisa menyesatkan, selama itu dipandang hanya sebatas imajinasi dari pembuat film yang mencoba mengambarkan kiamat terjadi pada tahun 2012. Jadi silakan saja menonton film itu,” ujarnya.

Dalam ajaran Islam, sambungnya, sudah jelas terjadinya kiamat itu diawali dengan tanda-tanda dan peritiwa-peritiwa sebelumnya. Jadi bila, umat Islam sudah mengerti mengenai ajarannya maka tidak akan menyesatkan karena tidak cocok dengan apa yang difilm itu.

KH. Ma’ruf Amin juga mengatakan kiamat itu tidak ada yang bisa meramalkan kapan datangnya. Jangankan meramalkan kiamat, manusia saja tidak ada bisa mengetahui apa yang akan terjadi pada dirinya besok, kecuali Allah SWT.

“Selain itu sekarang masih banyak orang baik, masih banyak orang beriman, nah salah satu tanda kiamatkan kalau mereka sudah tidak ada lagi, sehingga dunia sudah benar-benar jelek. Jadi tidak benar itu, itu hanya imajinasi film saja.” pungkasnya. (Ars/fiq)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: