Reformasi Belum Menyentuh Jajaran Kanwil Depag DKI?

Jakarta, CN – Semangat reformasi di jajaran Kanwil Departemen Agama (Depag) DKI Jakarta, tampaknya belum tuntas. Salah satunya terkait dengan pemberitaan oknum Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kemayoran Jakarta Pusat, Drs H Muhsin. Di mana ketika dimui wartawan,  yang bersangkutan mengeluarkan sebilah golok.

Kepala Kantor Kota Administrasi Jakarta Pusat, Drs H Taufiq Qurahman Msi ketika dikonfirmasi tentang oknum kepala KUA tersebut, menyatakan itu bukan urusannya. “Kalau itu, saya tidak tahu-menahu, karena itu urusan kanwil dan semua sudah baca korannya di di Kanwil,” ujarnya.

Sementara Kepala Kanwil Depag Provinsi DKI Jakarta, HA Fauzan Harun SH sulit untuk dimintakan konfirmasinya, karena pintu komunikasi sudah tertutup rapat dilakukan secara rapih oleh pihak humas maupun satpam, khusus dari yayasan/satpam yang dikontrak. Banyak masyarakat yang kecewa dengan peraturan di Kanwil Depag DKI.

Kepala Humas Departemen Agama RI, Afrizal juga mengatakan, “No coment, karena saya tidak punya kewenangan untuk menjawab kasus oknum kepala KUA Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, Drs H Muhsin itu, yang mengeluarkan golok ketika ditemui wartawan.” Sebab, ada delik hukumnya dan menyangkut PP 30 tentang kedisiplinan kerja.

Akhirnya, Afrizal menyarankan agar ditemui Direktur Urusan Agama Islam (URAIS) dan Irjen Depag RI. “Karena mereka itulah yang lebih tepat untuk dikonfirmasi sesuai dengan bidangnya,” ujarnya.

Di tempat terpisah, kasus penggelapan biaya nikah sebesar Rp. 1 juta rupiah yang dilakukan oleh mantan KUA Kecamatan Kemayoran Achmad Ikhsan Sag tetap aman. Bahkan,  Ikhsan diangkat menjadi Kasubag di Kanwil Depag DKI Jakarta.

Hal itu jelas mengundang kecemburuan bagi kepala KUA lainnya. “Secara prosedur, apabila ada pejabat yang bermasalah tetap harus diproses dahulu. Apabila nanti ternyata memang benar bersalah harus diberi sanksi, sesuai dengan prosedur yang berlaku,” tegas beberapa kepala KUA yang tidak mau disebutkan jati dirinya kepada Koran Trans.

Mennggapi adanya kasus oknum kepala KUA yang mengeluarkan sebilah golok ketika ditemui wartawan,  menurut Presiden LSM Democration Watch (DEWA) Taufik Hidayat SH, hal itu sangat tidak patut dan harus dikenakan sanksi yang tegas.

Seharusnya pejabat itu bersikap bijak dan arif melayani masyarakat yang ingin berkepentingan. Apalagi masyarakat itu profesinya wartawan selaku mitra kerja,  seharusnya dilayani dengan baik. Kalau sampai mengelurakan golok, memangnya pejabat itu preman? Kalau ada pejabat yang berperilaku seperti itu harus dipecat daripada merusak citra Departemen Agama,” ujarnya. (BBL)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: