Terkait Pembukaan Jalan Lingkar Luar Sipirok: Warga Rela Berikan Lahan Tanpa Ganti Rugi?

Ilustrasi

Ilustrasi

Trans, Tapsel: Pembangunan jalan lingkar luar Sipirok sepanjang 4 kilometer dengan lebar 20 meter yang menghubungkan Simpang Bulumario Desa Purbatua sampai Desa Padang Bujur, Kecamatan Sipirok, yang  menelan biaya sekitar Rp2,99 miliar, diharapkan jangan sampai merugikan masyarakat setempat.

Harapan seperti itu mengemuka karena pembukaan jalan otomatis akan melintasi berbagai lahan warga dari beberapa desa. Namun, pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Selatan (Tapsel) berkeinginan tidak dikenakan ganti rugi terhadap lahan warga yang terkena pembangunan jalan lingkar tersebut.

Keinginan pembebasan terhadap lahan warga secara gratis itu—seperti dilansir beberapa media massa sebelumnya, dikemukakan Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian dan Pengawasan Dinas Kimprasda Tapsel, Demson Batubara.

“Menyangkut pembebasan lahan warga yang ada sepanjang lintasan pembukaan jalan lingkar luar, kami dari pihak pemerintah meminta kepada warga berupa dukungan demi kelancaran pembangunan, yang tentunya sangat besar manfaatnya, baik dari segi pengembangan ekonomi, pertanian dan lain sebagainya terhadap warga Sipirok khususnya dan masyarakat Tapsel pada umumnya,” ujar Demson.

Bohong

Pembohongan terhadap publik pun terjadi. Ada pemberitaan yang menyatakan bahwa menyikapi apa yang diinginkan pihak pemerintah menyangkut kerjasama yang baik dengan warga, guna mendukung  kelancaran pembangunan atau pembukaan jalan lingkar luar yang dimaksud, warga dari berbagai desa yang lahannya terkena pembangunan jalan baru siap memberikan sepenuhnya.

“Masyarakat mendukung sepenuhnya pembangunan jalan lingkar luar, dan tidak merasa keberatan atas pembukaan jalan tersebut yang melewati tanah mereka dan tidak menuntut ganti rugi kepada Pemerintah Tapsel,” begitu kata Demson.

Dikatakan juga bahwa pada pertemuan antara warga dengan pihak pemerintah terkait yaitu PU Tapsel yang didampingi Camat Sipirok, Amir Syam SSos,  Kapolsek Sipirok AKP S Nainggolan serta Danramil Sipirok, Kapten F Batubara di Aula Kecamatan Sipirok,  60 warga yang mempunyai lahan yang harus merelakan pembukaan jalan, bisa dikatakan hampir semuanya sudah menyetujui dengan membubuhkan tandatangan dalam sebuah surat pernyataan bersama.

“Semuanya sekitar 60 orang warga, menurut pendataan pihak Kecamatan yang lahannya dilewati jalur pembukaan jalan, semuanya menyetujui berdasarkan data yang hadir pada pertemuan. Namun sampai saat ini tinggal 7 orang lagi yang belum berhasil ditemui, mudah-mudahan sebelum pelaksanaan pekerjaan semuanya sudah rampung,” kata Camat Sipirok, Amir Syam.

Namun, sumber Koran Transaksi di Sipirok menyatakan bahwa masyarakat justru mengeluh tanahnya tidak dibayar. “Masyarakat yang tanahnya terkena proyek pembukaan jalan lingkar luar mengeluh tidak menerima ganti rugi, akan tetapi mereka tidak berani menghalang-halangi karena dalam pembukaan jalan tersebut ada oknum polisi yang terlibat. Tidak benar warga ikhlas merelakan tanahnya tanpa ganti rugi,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kimprasda Tapsel Ir H Arwin Siregar MM  mengatakan pembangunan jalan lingkar luar Sipirok sepanjang 4 kilometer dengan lebar 20 meter itu merupakan salah satu upaya Pemkab Tapsel untuk  mempercepat pengembangan Kota Sipirok menuju  ibukota Kabupaten Tapanuli Selatan, selain melancarkan akses jalur transportasi pengguna jalan ke depan. Benarkah? (Ali Siregar)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: