Oki Setiana Dewi Tawarkan Berjuta Cinta

Oki Setiana Dewi

Oki Setiana Dewi

Siapa yang tak mau mempersunting Anna yang diperankan Oki Setiana Dewi yang cantik dan cerdas? Mahasiswi Indonesia yang menimba ilmu di Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir ini jadi rebutan banyak pemuda. Kyai Luthfi (Deddy Mizwar) ayah Anna, berkata sudah enam kali lamaran orang selalu ditolak dan semuanya bukan orang sembarangan.

Hadir sosok mahasiswa bernama Furqon yang hendak menunggu jawaban Anna atas lamarannya. Furqon dikenal sebagai mahasiswa kaya raya dan tampan. Dia juga kawan karib Azzam (Cholidi Asadil Alam), yang diam-diam jatuh cinta kepada Anna. Anna pun menyukai Azzam yang dikenalnya dengan nama Abdullah. Di luar cinta segitiga itu, hadir Eliana (Alice Norin), putri Duta Besar Indonesia untuk Mesir, yang simpatik kepada Azzam.

Azzam adalah anak kampung dari Solo yang telah sembilan tahun bersekolah di Kairo. Sambil kuliah, dia bekerja sebagai pembuat tempe. Sosok pria yang berpikiran mandiri dan kewirausahaan, dengan tidak mengabaikan keluarga dan tetap berpegang teguh pada ajaran agama. Sosok yang bisa dijadikan contoh bagi banyak orang.

Dalam ‘jilid’ keduanya pun berbagai macam kisah cinta hadir di sana. Tapi yang pasti dinanti-nantikan oleh para penonton dan para penggemar novelnya adalah kelanjutan kisah cinta seorang Azzam sekembalinya dari Kairo setelah menyelesaikan masa studinya selama 9 tahun di Universitas Al Azhar. Perjalanan bagaimana Azzam harus mulai menata hatinya dalam mencari wanita sholehah untuk menjadi pendamping hidupnya, dengan tetap menjalankan kewajibannya sebagai kepala keluarga sepeninggalan ayahnya, serta mengamalkan ilmu agama yang telah ia pelajari.

Bagi para penontonnya, penggalan konflik cinta film KETIKA CINTA BERTASBIH tersebut, diakui cukup dahsyat dan lebih mengena ke masyarakat. Belum termasuk juga persoalan poligami, yang biasanya didominasi oleh laki-laki, kini diutarakan oleh perempuan melalui tokoh Anna Althafunisa. Maka jadilah mega film KETIKA CINTA BERTASBIH menjadi pelabuhan bagi mereka yang mendambakan cinta sejati dalam naungan Illahi dengan senantiasa menasbihkannya.

Berjenis cinta bertaburan dalam film ini seperti mengisyaratkan bahwa masalah cinta memiliki nilai berbeda bagi setiap orang. Hal itulah yang membuat Sinemart Pictures sebagai pembuat filmnya, ‘tidak tega’ mengepak dua jilid buku Habiburrahman El Shirazy ini menjadi satu film panjang. “Kalau seluruhnya kami tampilkan, bisa 4 jam penonton duduk di studio,” ujar Dani Sapawie, line produser film ini.

Untuk menjawab rasa penasaran para penonton akan misteri cinta yang disajikan dalam mega film KCB, Sinemart Pictures pun bergegas menyelesaikan ‘jilid’ kedua dari film tersebut. Film KCB 2 yang telah menyelesaikan masa syutingnya selama 33 hari pada Februari–Maret 2009 lalu, dengan mengambil lokasi yang juga disesuaikan dengan novel aslinya, yang antara lain di Magelang, Yogyakarta, Kudus, dan Solo, yang insya allah akan hadir di bioskop-bioskop seluruh Indonesia di pertengahan September 2009 ini. Kita tunggu saja.  (Suryati)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: