Kolang-Kaling Dari Sipirok Siap Menembus Pulau Jawa

Pohon aren. isert: Kolang-kaling.

Pohon aren. isert: Kolang-kaling.

Seorang pekerja kolang-kaling di desa bisa menghasilkan uang sebesar Rp 4 juta dari kolang-kaling selama bulan puasa.

Tapsel, CN – Bulan puasa sebentar lagi. Itu artinya buah aren akan ditebasi untuk membuat kolang-kaling, lalu dijadikan bahan kolak untuk berbuka puasa. Muslim di Sumatera dan Jawa sangat doyan dengan kolak ini. Nah, masyarakat di Sipirok kini sibuk mencari bauh aren untuk dijadikan kolang-kaling, yang nantinya akan dipasarkan hingga menembus pulau Jawa.
“Sekarang lagi sibuk lae cari buah aren biar ada untuk membeli pakaian anak-anak untuk lebaran nanti. Mudah-mudahan harganya baguslah, apara pengepul tidak mempermainkan harganya. Kolang-kaling andalan untuk mencari uang untuk menutupi kebutuhan lebaran nanti,” ujar Abdul Rohim Sinaga, warga Desa Padang Bujur, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.
Menurut pengakuan Abdul Rohim Sinaga, dia bisa menghasilkan uang sebesar Rp 4 juta dari kolang-kaling setiap bulan puasa. “Kalau pegawai ada tunjangan hari raya (THR), kalau kami petani ini kolang-kaling yang jadi THR,” katanya sambil menebas buah aren dari tandannya.
Dari buah muda pohon aren (umur 1-1,5 tahun) diolah dengan sederhana, diperoleh biji buah, berwarna bening, putih keperak-perakan, bentuk lonjong yang kita kenal sebagai kolang-kaling. Di Indonesia koling ini banyak sekali digunakan sebagai campuran kolak (buka puasa), cendol, manisan hingga bahan baku industri buah kaleng (heavy syrup).
Produsen terbesar koling adalah Tapanuli Selatan, termasuk Kecamatan Sipirok. Pembuatannya dikerjakan oleh petani dan keluarga. Di Tapanuli Utara, karena lebih banyak tandan buah/ bunga yang disadap untuk nira, maka jumlah buahpun tinggal sedikit sekali. Kolang-kaling dari Tapanuli Selatan sudah menjelajah ke daerah-daerah lain  hingga ke Jawa.
Ya, begitu banyak manfaat pohon nira itu. Nyaris hampir semua bagian dari pohon aren dapat dimanfaatkan. Aren atau enau,  salah satu dari sekian jenis palma, sejatinya tersebar diseluruh kepulauan nusantara, dari dataran rendah hingga ketinggian 1400 m di atas permukaan laut.
Tanaman yang berasal dari Assam (India) dan Burma ini, tumbuh subur di lembah lereng pegunungan, di sepanjang aliran sungai hingga di ketinggian pegunungan, dihampir semua jenis tanah, cenderung tumbuh liar, tidak menuntut pemeliharaan dan perawatan. Bahkan nyaris tidak dipelihara dan dirawat sebab masih belum dibudidayakan
Bagian-bagian dari sebatang pohon aren yang dapat dimanfaatkan dan bernilai ekonomi yang paling terkenal adalah nira berasal dari tandan bunga jantan yang disadap/di-deres. Nira dapat diolah menjadi alkohol (tuak, dan lain-lain), cuka dan gula aren. Menyusul buah aren (halto = Bahasa Batak) diolah menjadi kolang-kaling, bahan baku untuk berbagai panganan dan industri.
Menyusul ijuk untuk bahan baku sapu, brush, industri tali, pelapis kabel bawah tanah atau air, atap rumah, penyaringan air dan lain-lain. Daun dapat dibuat atap rumah, lidi untuk sapu, dan lain-lain. Batang dapat diolah menjadi bahan baku industri alat-alat pertenunan tradisional maupun meubel dan hiasan. Di bagian tengahnya diolah jadi sagu, bahan baku makanan ternak, dan lain-lain. Pelepah daun untuk kayu bakar.
(Ali Siregar)

2 Tanggapan

  1. Kolang kaling dari pahae jae juga gak kalah bagusnya,cuman pemasarannya mngkn kuranglah,

  2. minta no.hp muhamad soum sipirok tapanuli selatan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: