Kontribusi Industri Film Masih Minim

CN, Jakarta – Saat ini ada 14 kelompok industri kreatif di Indonesia. Industri film masuk dalam kategori video-film-fotografi, tetapi sayang perannya masih sangat minim dibanding kelompok lainnya.

Menurut Direktur Perfilman Indonesia Ukus Kuswara di stan Direktorat Nilai Budaya, Seni dan Film Departemen Kebudayaan dan Pariwisata dalam kesempatan Pekan Produk Kreatif Indonesia 2009.

“Berdasarkan data yang dikeluarkan Depertamen Perdagangan, rata-rata dari tahun 2002-2006 film-video-fotografi hanya menyumbang 0,6 persen saja dari total ekonomi kreatif,” kata Ukus pada kesempatan Pekan Produk Kreatif di Jakarta Comvention Center, Jumat (26/6).

Hal ini, lanjut Ukus, jauh di bawah industri kreatif fesyen yang memberi kontribusi 29,7 persen, kerajinan 22,6 persen, dan periklanan 18,3 persen.

Kontribusi industri kreatif lain seperti penerbitan dan percetakan 6,2 persen, TV dan radio 5,2 persen, arsitektur 4,2 persen, musik 3,8 persen, desain 3,5 persen, layanan komputer dan peranti lunak 2,2 persen, pasar seni dan barang antik 1,6 persen, riset dan pengembangan 1,1 persen, permainan interaktif 0,5 persen, dan seni pertunjukan 0,4 persen.

Menurut Ukus, kondisi ini membuat industri film kita tertinggal jauh dengan beberapa negara Asia. Seperti misalnya India yang menjadi industri film terbesar di dunia yang berdiri satu tingkat di atas Hollywood. “Setelah Hollywood ada negara Asia lain yang menguasai film dunia, yakni Hongkong dan China,” papar Ukus.

Perbandingan lain, ia menambahkan, di Inggris industri filmnya menyumbang devisa yang besar dengan rata-rata per tahun 653 juta pounds sejak 1997 dan menghasilkan sekitar 3,1 miliar poundsterling pada PDP tahun 2004. “Selain itu, industri film (di Inggris) juga menghasilkan pajak pendapatan sekitar 850 juta poundsterling,” ungkapnya.

Lebih jauh Ukus mengatakan bahwa industri kreatif film-video-fotografi juga belum banyak menyerap tenaga kerja. “Industri ini hanya menyerap tenaga kerja mencapai 33.335 pada tahun 2006 atau rata-rata per tahun menyerap tenaga kerja sebanyak 31.167 sejak tahun 2002-2006,” kata Ukus.

Sedangkan kategori fesyen dan kerajinan yang paling banyak menyerap tenaga kerja, yakni masing-masing 1.833.435 dan 1.116.926. Kemudian, masih dari Ukus, di California Amerika Serikat industri film di sana mempekerjakan 246.000 warga California.

“Dan industri ini menstimulasi dengan efek dominonya untuk sektor-sektor lainnya seperti rumah makan, bar, perangkat elektronik, farmasi, dll,” ucap Ukus.

Video, film, dan fotografi adalah kegiatan kreatif yang terkait dengan kreasi produksi video, film, dan jasa fotografi serta distribusi rekaman video dan film. Termasuk di dalamnya penulisan skrip, dubbing film, sinematografi, sinetron, dan ekshibisi film. (***)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: