PSB Online Diharapkan Mampu Tingkatkan Mutu Pendidikan

Siswa yang diterima di sekolah negeri yang dituju, termasuk sekolah favorit,  berdasarkan tingginya nilai siswa dan tidak ada percaloan.

CN, Bekasi – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi, di bawah kepemimpinan Walikota Bekasi Mochtar Mohamad terus meningkatkan kualitas pendidikan sesuai dengan visinya: Bekasi Cerdas. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melaksanakan penerimaan siswa baru (PSB) 2009 dengan sistem online.

PSB sistem online ini, menurut Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Erwin Effendi, baru tahun ini dilaksanakan di Kota Bekasi, setelah sebelumnya melaksanakan studi banding ke Malang, Jawa Timur. “Karena baru pertama kali, tentu ada kendala, namun bisa diatasi dengan baik,” ujarnya saat ditemui Koran Trans, di ruang kerjanya, Rabu (1/7) lalu.

Di hari pertama itu, kata Erwin, dengan mudah diketahui oleh masyarakat, khususnya orang tua siswa, apakah anaknya diterima di sekolah yang dipilihnya. Karena urut-urutan nama yang diterima bisa langsung di akses melalui internet. “Hari pertama pelaksaaan PSB sistem online, ternyata yang mendaftar di SMA Negeri 2 misalnya, sudah ada 1.500 siswa. Sedangkan yang terima di sana tidak sebanyak itu. Diperkirakan siswa yang punya nilai hasil UAN rata-rata 8,  mungkin tidak masuk di sekolah tersebut. Yang diterima harus punya hasil UAN minimal 36 atau nilai rata-rata 9,” ujarnya.

Dengan demikian, ujar Erwin menjelaskan, sistem online bisa diharapkan untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kota Bekasi. Karena, siswa yang diterima adalah siswa yang punya nilai tinggi. “Tidak ada percaloan lagi dengan diberlakukannya sistem online,” katanya.

Seperti diketahui, salah satu masalah setiap dilaksanakan PSB selama ini di Kota Bekasi adalah dominannya keterlibatan para calo PSB dan pemaksaan kehendak dari para pejabat, termasuk anggota DPRD. Sebelum sistem online, siswa yang hasil UAN-nya rendah bisa masuk di sekolah negeri favorit, sedangkan siswa yang berotak encer banyak yang tidak diterima,  karena ulah para calo, pejabat dan anggota DPRD tersebut.

Dengan sistem online ini, lanjut Erwin, protes orang tua siswa yang anaknya tidak diterima di sekolah yang dipilihnya juga akan bisa dikurangi. “Melalui sistem online, orang tua bisa mengetahui dengan jelas penyebab anaknya diterima, karena mereka bisa melaihatnya melalui internet,” katanya lagi.

Erwin mengakui, di hari pertama dilaksanakannya PSB sistem online, pihaknya kewalahan, meskipun hal itu sudah diantisipasi dengan melakukan kerjasama dengan pihak PT Telkom. “Kita langsung melaksanakan evaluasi dan kita berharap tidak ada kendala lagi,” ujarnya.

Salah satu masalah dalam PSB dengan sitem online tahun ini, kartena banyaknya orang tua siswa yang mengurus perpindahan rayon. “Mereka berasal dari DKI Jakarta dan Kabupaten Bekasi, di mana jumlahnya 3.000 siswa lebih. Perpindahan rayon ini kan harus dimasukkan juga dalam data computer agar bisa mendaftar di sekolah yang dituju,” kata Erwin.

Itu sebabnya, pengurusan pindah rayon terus diperpanjang, yang penting tidak sampai tanggal 4 Juli. “Tidak, apa-apa berarti siswa yang berasal    dari luar Kota Bekasi tertarik bersekolah di Kota Bekasi. Berarti bagus kan. Tapi siswa yang diterima dari pindah rayon sudah ada ketentuannya, yakni hanya 10 persen,” kata Narlisman, sekretaris PSB Tahun 2009.

Erwin menambahkan, sangat dilematis bagi Dinas Pendidikan soal pengurusan perpindahan rayon. “Di satu sisi penutupan seharusnya dilaksanakan Sabtu (27 Juli 2009), di sisi lain kita wajib melayani orang tua siswa yang mengurus perpindan rayon itu. Apalagi perpindahan rayon tetap diperlukan sekalipun siswa bersangkutan masuk ke sekolah swasta. Ya, sebagai abdi negara kami memang harus siap menghadapi masalah seperti ini,” imbuhnya. (***)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: