‘Solo Batik Carnival II’ Digelar

CN, Solo – Jalan Slamet Riyadi Solo pada hari Minggu (28/6) mulai perempatan Purwasari sampai bundaran Geladag akan ditutup total karena digunakan untuk acara Solo Batik Carnival II, yang akan dilepas oleh Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu.

“Penutupan jalan itu dilakukan karena di kawasan Purwosari digunakan panggung kehormatan dimulai Sabtu (27/6) pukul 20.00 WIB, sementara itu Minggu (28/6) dari Purwosari sampai bundaran Geladag ditutup total,” kata Kepada Dinas Pariwisata Seni Budaya Kota Surakarta, Drs Purnomo Subagio di Solo, Jumat (26/6).

Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu beserta tamu undangan lainnya seusai melepas karnaval tersebut akan naik kereta yang berhenti di Bundaran Geladag, sementara Walikota Surakarta, Ir Joko Widodo dan Wakilnya FX Hadi Rudyatmo, juga memakai pakaian batik untuk ikut acara tersebut.

Untuk kelancaraan Solo Batik Carnival yang merupakan salah satu dari tujuh Event Indonesia Creative itu, ada 59 titik perempatan jalan yang ditutup.

Oleh karena itu, diharapkan kepada masyarakat yang akan menyaksikan acara ini mau memperhatikan rambu-rambu jalan tersebut.

Solo Batik Carnival merupakan event tahunan yang diadakan oleh Pemerintah Kota Surakarta bekerjasama dengan Solo Center Point serta masyarakat, dengan peserta 300 orang yang diikuti oleh anak-anak, remaja, karyawan, ibu-ibu rumah tangga dari lintas etnik dan usia di Solo.

Solo Batik Carnival untuk mengangkat Solo sebagai Kota Batik. Peserta Solo Batik Carnival telah melakukan workshop (dance, rancangan kostum, runway, rias, musik dan seluk beluk carnival) selama tiga bulan.

Untuk Solo Batik Carnival kedua ini akan mengangkat topeng tradisi sebagai tema utama, selain batik sebagai bahan baku utama pembuatan kostum karnaval.

Imajinasi dan kreatifitas peserta sangat diperlukan untuk membentuk kostum karnaval yang indah, dipadukan dengan properti topeng yang sesuai dengan temanya.

Ada tiga jenis topeng yang digunakan untuk karnaval ini, yaitu Panji yang menggambarkan topeng halus seorang raja dengan kehalusan dan kecantikannya, Kelana yaitu topeng yang menggambarkan kesatria atau raksasa yang menggambarkan amarah dan kemarahan dalam pertempuran, serta Gecul yaitu topeng yang menggambarkan punakawan (abdi dalem) yang dengan tingkah lucunya dan wajah komedi.

Peserta Solo Batik Carnival akan berangkat dari Purwosari dengan jalan kaki sambil menari yang memakai pakaian motif batik beraneka warni itu jalan kaki sekitar 6,5 kilometer, dan berakhir sampai di halaman Balikota Surakarta.

Untuk urut-urutan acara tersebut yaitu pembawa spanduk, bendera, penari panji motif batik, tari topeng, terdiri dari Panji, Kelana dan Gecuk. Dalam rangka memeriahkan suasana tersebut kepada para penonto juga diminta memakai pakaian batik.

Dalam rangka memeriahkan acara tersebut di city walk dari Purwosari sampai Gendengan, juga akan digelar Srawung Batik (pameran dan edukasi batik) yang diikuti peserta dari lima kota yaitu Yogyakarta, Madura, Lasem, Indramyu dan Solo sebagai tuan rumahnya.

Untuk mengamankan jalannya acara tersebut, akan diterjunkan petugas khusus yang mengatur arus lalul intas sebanyak 192 dan 1000 petugas gabungan lainnya. (***)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: